Offroad di track Rindu Alam

Ngebut abisss …. max speed 54,7 km/h …. banyak ‘bonus’ nya soalnya :D

Tea BikeSenang juga akhirnya keinginan untuk offroad di sekitar perkebunan teh tercapai juga, karena track Rindu Alam ini sebagian besar berada di sekitar perkebunan teh daerah Puncak.

Well sebelumnya berikut ini komposisi track :
- 70% ‘bonus’ (turunan)
- 30% tanjakan serta agak datar

- 40% track tanah
- 50% track berbatu
- 10% track aspal/beton
Presentasi di atas dihitung berdasarkan perkiraan semata, bukan berdasarkan perhitungan yang sebenarnya, jadi tidak bisa dijadikan referensi perhitungan baik menggunakan cyclo maupun gps :D

Technorati Tags: , ,



Oke sekarang cerita lengkapnya … :

Track dimulai dengan turunan berbatu-batu, wuih jadi getar kaya naek bajaj … hahaha. Track berada di sekitar perkebunan teh, jadi bisa dibayangkan suejuknya udara :) ditambah lagi udaranya yang lumayan mendung, jadi tambah dingin deh …. brrr. Dengan kondisi track yang terus berupa ‘bonus’ jadi ya belum begitu keringetan deh :D

SlopeTrack ini diselingi dengan ‘bonus’ dengan sudut yang lumayan membutuhkan sedikit tehnik :D track masih dilanjutkan dengan jalan berbatu-batu, dan masih terus berupa ‘bonus’. Sampe pada percabangan dengan kondisi jalan sebelah kiri agak naek, dan sebelah kanan berupa ‘bonus’ … ambil sebelah kanan, tapi nah lhoo nyampe di jalan raya. Menurut para surveyer tracknya bukan seperti ini seharusnya …

Akhirnya balik lagi ke percabangan tadi … wuiks nanjak banget deh … lumayan jauh +/- 300 meteran deh … Setelah sampai di percabangan lagi, dan ambil cabang yang sebelah kiri, dengan track yang sedikit menanjak, dan track selanjutnya track datar, tidak lama sudah ketemu ‘bonus’ lagi … hehehe

Track mulai masuk ke hutan yang lumayan rimbun, dan ada beberapa spot yang melewati parit, dan jadinya sepeda tidak bisa dinaikin, ttb (tuntun bike) deh :D dengan track yang masih berupa ‘bonus’, track mulai memasuki kawasan wisata alam, dan selanjutnya perkampungan penduduk, dan jalan mulai beraspal diselingi dengan beberapa tanjakan lumayan ‘ngehe‘ pada waktu memasuki perkampungan penduduk. Dan setelah perkampungan penduduk, sampai pada pintu masuk Taman Safari.

Makan pisang semuaIstirahat sebentar, dan ada peserta offroad yang membeli pisang satu sisir, langsung diserbu rame-rame… hehehe. Bengkel dadakanDan ada peserta lain yang roda belakang kempes, karena ban luar sobek, sehingga ban dalam ikut2an sobek, itu perkiraan sebelumnya. Tapi setelah dibuka dan diganti ban dalam, ketahuan kalau bocornya terkena paku, karena paku masih tertancap di ban luar :D

Ngehe #1Setelah semuanya selesai, dilanjutkan lagi track melawati sebelah kanan pintu masuk taman safari, dan tracknya ini full tanjakan, dan nanjaknya gak kira-kira, bener-bener ‘ngehe‘ :doooh: ditambah lagi buanyak anak-anak kecil nawarin buat dorongin sepeda … udah ditolak juga masih pada megangin sepeda terus sambil pantang menyerah nawarin untuk dorong sepeda … :(

Setelah tanjakan melewati daerah vila-vila tersebut selesai, masuk kembali ke area perkebunan teh lagi, tapi tracknya masih nanjak terus :doooh: sampai pada pos istirahat pertama berupa gubuk seng di areal perkebunan teh. Istirahat sebentar, dilanjutkan menuju pos istirahat kedua.

Pondok seng 1Pondok seng 2

Tanjakannya makin menjadi, napas berat, selain berisiknya napas, terdengar suara gaduh taman safari di bawah sana. Setelah sampai di pos peristirahatan, istirahat sebentar, nanjak lagii … dengan sisa-sisa tenaga yang ada, melewati tanjakan dengan kebanyakan ttb lagii …. hurray :D

Sampai juga di ‘atas”, tempatnya menyerupai pertigaan jalan, kata yang sudah pernah kesini seh abis ini turunan abizz sampe track selesai :D Bener saja, setelahnya turunan yang panjaaaang, dan bikin tangan sampe pegel mencet rem …. terus berupa turunan dengan diselingi suedikit tanjakan dan jalan datar.

Memasuki perkampungan penduduk, jalan masih berupa ‘bonus’, tetapi materi jalan aspal wuihh ngebutzz abizzz. Tapi sebelumnya udah dapet peringatan dari yang sudah pernah ngelewatin track ini untuk hati-hati sama angkot, suka tiba-tiba berenti, tiba-tiba belok :D

Puas dengan ‘bonus’ tidak terasa udah sampe di pos penjemputan :D sudah deh istirahat, sholat, makan, masukin sepeda kembali ke truck …. go home ….

Makaaaannnn

Mobil yang aku tumpangin mampir ke Bogor bentar, mo beli asinan katanya, ikutan den beli asinan. Sampe di kantor sepeda udah turun dari truck, rakit, pedal ke rumah …. bumm … tiba-tiba terasa ‘efek pengeriman’ tadi …. tapak tangan kiri sakit … sama lengan kiri juga sakit … :doooh: apalagi setelah buka sarung tangan … bumm … tambah belang deh tangan :))