Tamasya ke Glodok

February 20, 2016 – 10:02

Dari pengumuman KRL Commuter Line terdengar pengumuman “Pasar Minggu Baru”, iya, kereta yang saya tumpangi sudah hampir sampai di Stasiun Pasar Minggu Baru. Pada hari kerja tentunya kereta dengan arah tujuan ini, biasa ramai dengan para penumpang yang kebanyakan menuju ke tempat kerja masing-masing. Akan tetapi karena hari ini adalah hari Sabtu, dimana mayoritas penumpang yang pada hari biasa memenuhi gerbong-gerbong KRL ini, tentunya sedang libur. Mungkin ada yang menghabiskan waktu seharian bersama keluarga, teman, pacar, atau apapun kegiatan lain mereka dikala liburan. Dan hari ini saya menuju ke Glodok, dimana sentra jual-beli elektronik, baik produk jadi dan ataupun komponen-komponen elektronik yang banyak dijual oleh toko-toko di kawasan Glodok ini.

Lho menunjuk judul artikel ini adalah “Tamasya ke Glodok”. Lalu mengapa saya menyebut pergi ke Glodok dengan tamasya ? Ya memang lain orang lain pula preferensi pribadinya. Sebagai contoh yang dari jaman dulu kala, adalah seorang Einstein yang menganggap pergi kerja merupakan acara liburannya. Disini saya hanya mengambil satu contoh sebagai perbandingan lhoo yaa … ehehehehe. Oke back ke pembahasan, mengapa tamasya, tapi kok ke Glodok ? Hal tersebut tak lain dan tak bukan merupakan anggapan saya pribadi yang menganggap pergi ke Glodok adalah rangkaian acara tamasya. Karena dengan pergi ke glodok, akan banyak melihat komponen-komponen elektronik, kabel, alat-alat penunjang pekerjaan, obeng, tang, gunting, kunci pas, kunci sok, battery, tali slin, u-clamp, kuku macan, dan lain lain banyak sekali. Itu somehow, semua bisa membuat saya excited …. ehehehe jadi ya begitulah … istilah saya tamasya deh jadinya.

Tujuan saya sebenarnya ke Glodok adalah untuk mencari komponen elektronik guna menyelesaikan project iseng saya. Tidak banyak memang komponen yang saya rencanakan akan beli. Hanya sebuah IC dengan model 7407, dan tentu saja beberapa gelintir resistor guna melengkapi rangkaian komponen-komponen tersebut.

Meskipun sedikit, komponen-komponen tersebut sangat penting untuk membentuk rangkaian bridge, yang menjadi media perantara, ataupun adapter antara pin GPIO dengan komponen active-low, tetapi voltase membutuhkan 5V. Kenapa mesti di bridging ? Seperti kita ketahui bersama, bahwasannya pin GPIO sendiri hanya toleran untuk voltase sebesar 3.3V maksimum. Bayangkan jika 5V mengalir dari komponen, dan melewati pin GPIO yang hanya bisa menanggung maksimum 3.3V, ya pasti akan jadi rusak pin GPIO nya, ya kan ? iya donk. Pasti rusaknya.

Setelah kereta yang saya tumpangi mengantri sebentar untuk masuk ke Stasiun Jakarta Kota, maka sampailah semua penumpang di peron stasiun. Meskipun hari Sabtu, suasana stasiun Jakarta Kota ini tetap ramai. Karena selain melayani kereta Commuter Line jalur lingkar Jabodetabek, di stasiun ini juga terdapat pemberangkatan dan kedatangan kereta tujuan luar kota. Jadi keramaian akan selalu ada di jam operasional kereta. Dan setelah sebentar saya mengantri untuk tap kartu di gate-out, lalu saya melanjutkan perjalanan menuju Glodok.

Karena jarak antara stasiun Jakarta Kota dan kawasan Glodok yang tidak terlalu jauh, serta saya terbiasa untuk berjalan kaki untuk menempuhnya, maka sayapun langsung saja melangkahkan kaki keluar dari area stasiun. Dengan berbelok kiri dari pintu keluar stasiun, saya terus menyusuri pagar pembatas stasiun, dimana beberapa waktu yang lalu ada bagian-bagian yang “rusak”, sehingga bisa dilewati dengan menerobos pagar yang “rusak” tersebut. Akan tetapi saat ini sepertinya sudah banyak dilakukan perbaikan. Buktinya sampai dengan pintu masuk terowongan penyeberangan, tidak ditemukan lagi pagar yang “rusak” tersebut.

Setelah melewati terowongan penyeberangan, yang melewati jalanan keliling seperti lingkaran, atau mungkin lingkaran tidak penuh, entahlah, pokoknya demikian, coba saja sendiri lewat yaa … ehehehhe, melewati air mancur, toilet umum, mendaki tangga, akhirnya sampailah saya di permukaan jalan kembali, dan horeeee ternyata sudah sampai seberang. Lha gimana tho? namanya juga kan terowongan penyeberangan bukan? Dan tahu gak? butuh melakukan penyeberangan jalan lagi sebanyak 2x untuk mencapai jalan yang mengarah ke area Glodok.

Ditengah ramainya lalu-lintas hari Sabtu, dan juga teriknya matahari tropis di siang hari, memang sangat cocok mengenakan kostum celana pendek, kaos oblong, plus topi rimba. Haah topi rimba? kayak apaan tuh? yaelah cari aja referensi di internet, mestinya sih banyak yaa …. ehehehe. Nah topi rimba ini selain berfungsi untuk mengurangi terik yang menerpa kepala, juga berfungsi mengurangi kadar dehidrasi tubuh akibat panasnya cuaca tropis ini lhoo … beneran. Cobain deh. Nahh tidak terlalu butuh waktu yang lama untuk sampai ke area pertokoan Glodok.

Oke deh gitu dulu aja deh … capek ngetiknya … wkwkwk … selamat jalan-jalan, dan selamat akhir pekan bagi yang merayakan.

Post a Comment

CommentLuv badge